yang secara sinergis ikut berperan aktif
dalam pemgembangan pendidikan pesntren itu sendiri.
Selain keberadaan pengasuh, pengurus,
ustadz (guru), santri dan wali santri, adanya infra struktur yang menunjang
juga merupakan salah satu faktor yang sangat vital untuk menyokong
berlangsungnya pendidikan di pondok pesantren. Akan tetapi, pada tingkat
realitasnya masih banyak pondok pesantren yang belum mampu memperbaiki infra
struktur yang memadai, meskipun peserta didik yang ada sangat potensial. Kondisi
tersebut oleh karena keberadaan pesantren sampai saat dengan saat ini belum
sepenuhnya mampu mengelola jaringan pada sektor birokrasi. Padahal dari
birokrasi sebagian besar anggaran untuk pembangunan infrasetruktur pendidikan
akan mampu di upayakan melalui kebijakan anggaran yang sudah tersedia.
Latar belakang inilah yang kemudiam
menjadi landasan kami untuk mengembangkan lembaga pendidikan yang ada di dalam
pondok pesantren asrama pendidikan islam kesugihan (apik), sebagai salah satu
lembaga pendidikan yang ada di tengah-tengah masyarakat, sebagai lembaga yang
open house untuk seluruh kalangan masyarakat, tanpa melihat setatus social.
Mudah-mudahan, dengan dorongan dan dukungan dari berbagai stake holder yang
ada, pondok pesantren akan selalu hadir untuk masyarakat sebagi lembaga
pendidikan yang inklusif.
A. MAKSUD DAN TUJUAN
Adapun maksud dan tujuan dari
pembangunan tersebut adalah:
Tersedianya sarana dan prasarana
pendidikan yang memadai
Mendorong terciptanya sumberdaya manusia
pondok pesantren yang berpendidikan, memiliki moralitas yang tinggi serta
kompetitif.
B. PROFIL PONDOK PESANTREN APIK
Pondok pesantren APIK (Asrama
Pelajar Islam Kesugihan) Cilacap, adalah salah satu
Pondok yang berdiri pada tahun 1970,didirikan oleh salah
satu tokoh ulama di kesugihan yang bernama KH. Saifulloh Muchsin. Beliau
bermaksud untuk memberikan pelajaran-pelajaran ilmu agama. Berawal dari surau
kecil yang masih sangat sederhana dan berbentuk panggok yang berlantai satu, dan
para santri semula dari beberapa anak di sekitar kesugihan yang mengaji kepada
KH. Saifulloh mucsin, lambat laun jumlah santri mengalami perkembangan yang
berarti baik dari sekitar kesugihan maupun dari tempat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar