Jumat, 26 Juli 2013

PROPOSAL MADIN halaman 2



yang secara sinergis ikut berperan aktif dalam pemgembangan pendidikan pesntren itu sendiri.
Selain keberadaan pengasuh, pengurus, ustadz (guru), santri dan wali santri, adanya infra struktur yang menunjang juga merupakan salah satu faktor yang sangat vital untuk menyokong berlangsungnya pendidikan di pondok pesantren. Akan tetapi, pada tingkat realitasnya masih banyak pondok pesantren yang belum mampu memperbaiki infra struktur yang memadai, meskipun peserta didik yang ada sangat potensial. Kondisi tersebut oleh karena keberadaan pesantren sampai saat dengan saat ini belum sepenuhnya mampu mengelola jaringan pada sektor birokrasi. Padahal dari birokrasi sebagian besar anggaran untuk pembangunan infrasetruktur pendidikan akan mampu di upayakan melalui kebijakan anggaran yang sudah tersedia.
Latar belakang inilah yang kemudiam menjadi landasan kami untuk mengembangkan lembaga pendidikan yang ada di dalam pondok pesantren asrama pendidikan islam kesugihan (apik), sebagai salah satu lembaga pendidikan yang ada di tengah-tengah masyarakat, sebagai lembaga yang open house untuk seluruh kalangan masyarakat, tanpa melihat setatus social. Mudah-mudahan, dengan dorongan dan dukungan dari berbagai stake holder yang ada, pondok pesantren akan selalu hadir untuk masyarakat sebagi lembaga pendidikan yang inklusif.
A.    MAKSUD DAN TUJUAN
Adapun maksud dan tujuan dari pembangunan tersebut adalah:
Tersedianya sarana dan prasarana pendidikan yang memadai
Mendorong terciptanya sumberdaya manusia pondok pesantren yang berpendidikan, memiliki moralitas yang tinggi serta kompetitif.
B.     PROFIL PONDOK PESANTREN APIK
Pondok pesantren APIK (Asrama Pelajar Islam Kesugihan) Cilacap, adalah salah satu
Pondok yang  berdiri pada tahun 1970,didirikan oleh salah satu tokoh ulama di kesugihan yang bernama KH. Saifulloh Muchsin. Beliau bermaksud untuk memberikan pelajaran-pelajaran ilmu agama. Berawal dari surau kecil yang masih sangat sederhana dan berbentuk panggok yang berlantai satu, dan para santri semula dari beberapa anak di sekitar kesugihan yang mengaji kepada KH. Saifulloh mucsin, lambat laun jumlah santri mengalami perkembangan yang berarti baik dari sekitar kesugihan maupun dari tempat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar